Kemampuan City Mengawali Suatu Dinasti seperti MU di 1990-an 

Kemampuan City Mengawali Suatu Dinasti seperti MU di 1990-an

Jakarta – Sesudah menguasai Premier League musim kemarin, Manchester City dijagokan untuk kembali juara. The Citizens bahkan juga dinilai miliki kemampuan mengawali suatu dinasti.

City musim kemarin memenangkan Premier League dalam tahun yang bertabur rekor. Team garapan Pep Guardiola itu mencapai 100 point, paling banyak dalam histori pertandingan ini.

Selisih 19 point dengan Manchester United di tempat dua juga jadi jarak paling besar dalam perebutan gelar. Diluar itu, 32 kemenangan serta 106 gol yang dicatat dalam perjalanan musim juga jadi suatu rekor.

Musim ini City difavoritkan juara lagi. Mereka tidak kehilangan manajer maupun pemain kunci, serta menguatkan diri dengan kehadiran Riyad Mahrez. Sesaat beberapa lawan justru alami masalah.

MU serta Tottenham Hotspur tidak melakukan musim panas yang bagus dalam soal penerimaan pemain. Sesaat Chelsea serta Arsenal tengah mengawali masa bersama dengan manajer anyar. Praktis diatas kertas cuma Liverpool yang lewat pramusim dengan keadaan baik, untuk dapat jadikan lawan titel.

Dengan torehan-torehan musim kemarin serta bagaimana konstan serta konsistennya City, eks bek timnas Inggris Jamier Carragher memprediksi mereka akan menguasai. Bahkan juga dominasi ini dapat berjalan lama.

Dengan scuad yang miliki rata-rata umur 25, 8 tahun alias ke-3 termuda di Premier League musim ini, hari esok City dapat disebutkan cerah. Beberapa pemain kunci bahkan juga belumlah ada di umur puncak menjadi pesepakbola.

Gabriel Jesus, Leroy Sane, Raheem Sterling, Bernardo Silva, John Stones, Aymeric Laporte, Benjamin Mendy, Ederson semuanya masih tetap dibawah 25 tahun. Belum juga talenta-talenta belia seperti Phil Foden (18), Brahim Diaz (19), serta Lukas Nmecha (19).

Sesaat beberapa nama seperti Kevin de Bruyne, Ilkay Guendogan, Mahrez, Fabian Delph di umur maksimal yaitu 27-28 tahun.

Carragher menyebutkan ada kesempatan City mengawali suatu dinasti, seperti yang dikerjakan MU dengan angkatan 1992-nya. Semenjak masa Premier League diawali, ‘Setan Merah’ memang sudah sempat menguasai.

Mereka memenangkan 13 gelar dalam periode itu, sampai lalu kesusahan seperginya Sir Alex Ferguson. Semenjak terakhir kali juara pada 2012/2013, MU belum juga juara sampai sekarang ini.

Baca Juga : Bukannya Membantu, Praperadilan Cut Tari-Luna Dinilai Hotman Merugikan

” Saya pikir itu (dominasi City) dapat jadi suatu ketakutan untuk semua team Premier League yang lain. Hal bagusnya merupakan dalam beberapa waktu paling akhir, ada juara yang berlainan, ” kata Carragher dikutip Express.

” Saya pikir kita dapat ada di awalnya suatu masa seperti yang dahulu dihadapi Manchester United. Lihatlah point yang mereka (City) temukan. ”

” Saya tidak lihat City mengerjakannya lagi sich, itu akan hampir tidak mungkin dikerjakan. Tetapi saya pikir kalaupun Anda dahulu terlatih sampai 90 point, itu awal mulanya merupakan agunan tentu memenangkan Premier League, rasa-rasanya Anda mesti menguber 90 point lebih. ”

” Serta itu merupakan pekerjaan semua team Premier League. Saya pikir City mungkin kehilangan 10 point serta masih tetap jadi juara, ” paparnya.