Ma’ruf Amin Berkesan Sindir serta Panaskan Prabowo, Tidak Patut 

Ma’ruf Amin Berkesan Sindir serta Panaskan Prabowo, Tidak Patut

Jakarta – Kadiv Advokasi serta Pertolongan Hukum DPP Demokrat Ferdinand Hutahaean menilainya referensi Ijtimak Ulama tentang calon wakil presiden Prabowo Subianto tidak mesti dipatuhi. Hal tersebut dikatakan Ferdinand untuk menyikapi pengakuan calon wakil presiden Ma’ruf Amin masalah grup yang mengklaim menghormati ulama tapi tidak ikuti referensi Ijtimak Ulama.

” Ya, sebenarnya kan berikut, Pak Ma’ruf ini mesti mengawasi kesejukan dalam pemilihan presiden ini. Ijtimak Ulama itu merupakan saran. Yang namanya saran bukan jadi mutlak mesti dikerjakan. Namanya juga saran, referensi, ” kata Ferdinand waktu diminta tanggapan

Menurut Ferdinand, pengakuan itu tidak patut dikatakan oleh ulama seperti Ma’ruf. Dia menilainya pengakuan itu seakan memanas-manasi.

” Ini tidak pantas, ya, karena beliau juga seseorang ulama, berkesan menyindir-nyindir serta memanas-manasi, ” jelas Ferdinand.

Baca Juga : Ma’ruf Jadi Calon wakil presiden, MUI Pekanbaru Berharap Pemilihan presiden Damai

Ma’ruf awal mulanya bicara mengenai grup yang tetap menyebutkan dianya menjadi pihak yang menghormati ulama. Akan tetapi, Ketua MUI itu tidak menyebutkan dengan lugas grup manakah yang disebut.

” Ada iris sono ngomong, ya, menghormati ulama. Menghormati ulama tetapi hasil Ijtimak Ulama-nya tidak didengerin, justru wakilnya bukan ulama, ” tutur Ma’ruf di kantor PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Jumat (10/8).