Bila Rizieq Terserang Masalah Hukum Saudi, Kami Dampingi

Bila Rizieq Terserang Masalah Hukum Saudi, Kami Dampingi

Jakarta – Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab dicekal otoritas kerajaan pergi dari Arab Saudi walau izin tinggalnya telah habis. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh siap memberi pendampingan buat Habib Rizieq bila alami persoalan hukum di Saudi.

“Bila MRS (Mohammad Rizieq Syihab) alami persoalan hukum di KAS (Kerajaan Arab Saudi), baik yang berkaitan dengan keimigrasian atau yang lainnya, jadi KBRI Riyadh akan memberi pendampingan, perlindungan serta pengayoman sesuai dengan perundang-undangan yang laku di KAS. KBRI akan tetap ‘menghadirkan negara’ untuk membuat perlindungan semua WNI di KAS seperti yang kami kerjakan dua hari waktu lalu dalam memberi pengayoman pada seseorang WNI, Siti Nur Aini yang tetap menjerit kesakitan tidak berkapasitas dalam suatu RS Jeddah,” tutur Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel dalam info tertulisnya, Jumat (28/9/2018).

KAS belumlah menuturkan apa Habib Rizieq lakukan pelanggaran disana. Yang pasti, Indonesia serta Saudi telah meneken nota kesepakatan untuk melarang ekspatriat mengemukakan ajaran kedengkian serta menghimpun massa. Agus menyampaikan, MoU itu diteken waktu kunjungan Raja Salman ke Indonesia tahun 2017 kemarin.

“Arab Saudi serta Indonesia telah mempunyai MoU (Nota Kesepakatan) untuk bersama menantang ujaran-ujaran kedengkian, kekerasan serta sikap ekstrim antar agama, mazhab serta saluran. MoU itu di tandatangani saat Raja Salman bertandang dalam satu historical visit ke Indonesia saat 12 hari awal 2017 waktu lalu,” jelas Agus.

Baca Juga : Revolusi Mental Tidak Seperti Mengubah Telapak Tangan

Agus mengatakan, semua aksi yang dikerjakan oleh pihak KAS pada ekspatriat dari negara mana saja yang ada di lokasi KAS adalah tanggung jawab serta otoritas penuh KAS dalam mengawasi ketertiban dan keamanan lokasi negaranya. Ekspatriat yang ada di lokasi KAS harus ikuti ketentuan serta hukum yang laku disana.

“Semua bentuk larangan serta hukuman pada pelanggaran yang dikerjakan WN Arab Saudi juga diresmikan buat ekspatriat yang ada di Arab Saudi, serta perlakuan pada semua ekspatriat di lokasi KAS ialah sama dalam penanganannya yang didasarkan pada hukum yang laku di KAS sama dengan tingkat pelanggarannya tanpa diskriminasi,” kata Agus.