Gerindra Banding Ma’ruf dengan Sandi yang Mundur dari Wakil gubernur DKI

Gerindra Banding Ma’ruf dengan Sandi yang Mundur dari Wakil gubernur DKI

Jakarta – Partai Gerindra menghargai ketetapan Ma’ruf Amin yang malas mundur dari jabatan Ketum MUI walau telah diputuskan menjadi calon wakil presiden. Akan tetapi Gerindra memperbandingkan Ma’ruf Amin dengan Sandiaga yang mundur dari jabatan Wakil gubernur DKI waktu akan maju menjadi calon wakil presiden Prabowo Subianto.

“Kita mengapresiasi KH Ma’ruf Amin mengundurkan diri dari Rais Aam PBNU, ini kan tunjukkan prinsip beliau yang tidak mau menyeret NU ke politik praktis. Kami team Prabowo-Sandi menghormati yang dikerjakan Kiai Ma’ruf. Masalah masalah KH Ma’ruf Amin mesti mundur dari ketua umum MUI ataukah tidak pasti itu dikembalikan pada Kiai Ma’ruf,” tutur Anggota Tubuh Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade pada detikcom, Sabtu (22/9/2018).

Andre menyampaikan, baik Gerindra ataupun team Prabowo-Sandi tidak dapat memaksa Ma’ruf Amin supaya mundur dari Ketum MUI. Penduduk akan lihat serta menilainya sikap Ma’ruf Amin yang malas mundur dari jabatan Ketum MUI.

“Yang terpenting buat kami jika calon wakil presiden kami Bang Sandiaga telah memberi keteladanan pada bangsa ini jika Bang Sandiaga mengundurkan diri menjadi wagub DKI, supaya tidak ada sarana negara yang digunakan beliau,” kata Andre.

Sandiaga disebutkan Andre mundur dari jabatan kursi Wakil gubernur DKI supaya tidak memberi beban pada Pemprov DKI serta ASN di lingkungan Pemprov DKI.

Baca Juga : Jokowi Tidak berhasil Kerjakan Janji, Cukuplah 1 Periode

“Jika masalah calon wakil presiden yang lainnya (Ma’ruf Amin tidak ingin mundur dari Ketum MUI) ya silahkan calon wakil presiden yang lainnya, serta biarlah lah masyaarakat yang menilainya. Tidak etis jika kami mencampuri masalah internal Kyai Ma’ruf dan Majelis Ulama Indonesia,” papar Andre.

Andre juga menyinggung pengakuan yang menyebutkan Ma’ruf Amin akan mundur dari Ketum MUI sesudah diputuskan menjadi calon wakil presiden. “Itu diumumkan oleh 2 orang wakil ketua MUI yang akan menjalankan organisasi hari ini /hari sesudah nonaktif, kan itu yang kita dengar ya sesudah beliau daftar ke KPU. Coba tanyakanlah saja ke MUI apa akan berkelanjutan semacam itu atau beralih,” tuturnya.