Jokowi Ingatkan Masyarakat Tidak Dipengaruhi Trick Orang politik di Pilpres

Jokowi Ingatkan Masyarakat Tidak Dipengaruhi Trick Orang politik di Pilpres

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperingatkan masyarakat supaya tidak terpecah waktu Pemilihan presiden sampai Pemilihan kepala daerah. Jokowi minta penduduk supaya tidak dipengaruhi trick orang politik yang menyengaja membawa rumor Pemilihan presiden sampai Pemilihan kepala daerah kurun waktu yang lama.

“Ini negara yang besar. Janganlah lupakan itu. Jangan pernah karena penentuan bupati, penentuan gubernur serta pemilihan presiden kita menjadi terpecah. Rugi besar. Sudahlah jika ada Pemilihan kepala daerah, wali kota, bupati, gubernur, lihat yang terbaik coblos. Pemilihan presiden yang terbaik coblos. Tetapi rukun kembali,” kata Jokowi waktu buka kongres Pergerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/9/2018).

Menurut Jokowi, keadaan yang berlangsung akhir-akhir ini, masih tetap ada beberapa pihak yang membawa masalah Pemilihan presiden 2014 lantas sampai sekarang ini. Begitu juga dengan rumor Pemilihan kepala daerah baik penentuan wali kota sampai gubernur. Hal tersebut tidak baik buat persatuan bangsa.

“Janganlah dibawa-bawa tiga tahun, empat tahun masih tetap dibawa masalah pemilihan presiden, pemilihan kepala daerah. Pintarnya orang politik disana memengaruhi tetapi janganlah kita dipengaruhi kurun waktu lumayan lama karena beresiko buat negara ini,” tutur Jokowi.

Baca Juga : Ridwan Kamil Janji Sulap Sungai, Danau serta Pantai Jawa barat Menjadi Keren

Jokowi menuturkan, bila penduduk ingin menyatu walau jumlahnya ketidaksamaan bisa membuat perkembangan buat bangsa.

“Asset paling besar bangsa ini ialah persatuan, persaudaraan, kerukunan, tidak ada yang lainnya. Lagi berlainan agama, kebiasaan, kebiasaan, suku, bhs itu terlihat jika cocok saya 17 Agustus perayaan HUT Kemerdekaan, saya undang ke Istana harus gunakan baju daerah baru terlihat begitu beratus-ratus ketidaksamaan baju kebiasaan semasing yang begitu kontras. Baru kerasa langit Indonesia beda-beda. Ini jdi kemampuan jika kita menyatu, rukun,” tuturnya.