KPK Ingatkan Anggota DPRD Malang Hasil PAW Tidak Ikuti Pendahulunya

KPK Ingatkan Anggota DPRD Malang Hasil PAW Tidak Ikuti Pendahulunya

Jakarta – KPK memperingatkan beberapa anggota DPRD Kota Malang hasil perubahan antarwaktu (PAW) tidak ikuti beberapa pendahulunya. Beberapa anggota DPRD hasil PAW ini diharap dapat bekerja dengan baik.

“Harapanya pasti mereka semakin lebih memiliki integritas serta inovatif dalam mengurus usaha menguber ketinggalan serta kekurangan pendahulunya yang sempat ‘khilaf’ untuk lalu mulai saling lagi memandang hari esok lokasi Malang yang lebih teratur serta menyejahterakan serta bahagia,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang

Saut memperingatkan korupsi adalah aksi yang tidak adil. Dia mengharap Indonesia selekasnya bebas dari korupsi.

“Mari kita saling jadikan Indonesia betul-betul bebas dari korupsi supaya dalam periode sebelum Indonesia berusia 100 tahun di tahun 2045 kita betul-betul kuat, bersih, rakyat bahagia. Karena keadilan ada dimana saja di negeri ini. Karena korupsi, itu begitu tidak adil,” katanya.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah juga memperingatkan supaya tidak ada lagi korupsi baik dalam bahasan biaya ataupun manfaat pengawasan pada DPRD dengan pemerintah Kota Malang. Dia ikut memperingatkan beberapa anggota DPRD hasil PAW itu selekasnya memberikan laporan harta kekayaannya.

“Proses hukum pada 41 anggota DPRD kami berharap jadi evaluasi bersamanya. Janganlah ada lagi korupsi yang berlangsung di Malang, baik dalam bahasan biaya, manfaat pengawasan atau pembuatan ketentuan bersama dengan pemerintah kota,” tutur Febri.

Baca Juga : Somasi Menjadi Mediasi

“Bila beberapa anggota DPRD tidak pernah memberikan laporan LHKPN di tahun ini, karena itu harus memberikan laporan kekayaannya ke KPK sesuai dengan data paling baru. Dapat memakai e-LHKPN untuk mempermudah laporan,” sambungnya.

Awal mulanya, sekitar 40 anggota DPRD Kota Malang dilantik pada Senin (10/9) tempo hari. Mereka menukar 41 anggota DPRD Malang sebagai terduga suap serta gratifikasi.