7 Ruang Riskan Korupsi yang Mesti Dicermati Kepala Daerah 

7 Ruang Riskan Korupsi yang Mesti Dicermati Kepala Daerah

Jakarta – Keseluruhan ada 434 kepala daerah yang terlilit masalah hukum semenjak tahun 2004. Kemendagri menyebutkan ada 7 ruang riskan korupsi yang perlu dicermati beberapa kepala daerah.

“Kita beberapa kali sudah mengirim surat ke propinsi, kabupaten/kota, supaya kepala daerah hindari 7 daerah riskankorupsi,” tutur Sekretaris Ditjen Otonomi Daerah Kemendagri, Akmal Malik Piliang, dalam diskusi ‘Kepala Daerah Terlilit, Siapa Tanggung Jawab’ di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (27/10/2018).

Ruang riskan itu yaitu rencana APBD sampai penyediaan barang serta layanan. Menurut Akmal, walau ada peraturan tetapi masih ada ruangan untuk korupsi.

“Pertama, proses rencana APBD, penarikan neraca serta distribusi, masalah penyediaan barang serta layanan. Meskipun telah ada peraturan yang pasti tapi masih ada ruangan buat aktor korupsi,” kata Akmal.

Banyak hal lainnya yakni, masalah hibah serta bansos dan berkaitan mutasi. Menurut dia, perihal ini riskan sebab kepala daerah mempunyai kuasa serta otoritas yang besar.

“Masalah hibah serta bansos, lalu perjalanan dinas. Lalu masalah perizinan serta paling akhir masalah mutasi,” tutur Akmal.

“Mengapa itu berlangsung sebab kepala daerah miliki kewenangan serta otoritas yang perlu di pantau. Mengapa sebab miliki ruang-ruang peluang berlangsung,” sambungnya.

Baca Juga : Di Muktamar IDI, Jokowi Puji Dokter Pejuang Kemerdekaan RI

Ia menjelaskan, masalah kepala daerah yang terserang masalah hukum ini jadi tanggung jawab bersamanya.Menurut dia, masalah ini bisa dipakai menjadi peristiwa melakukan perbaikan diri.

“Saat di tanya siapa yang bertanggungjawab, semua bertanggungjawab penduduk pemilih, partai pengusung, pemerintah. Saya duga ini jadi satu momen bersama dengan untuk muhasabah diri, untuk lihat apakah yang salah,” katanya.