Di Muktamar IDI, Jokowi Puji Dokter Pejuang Kemerdekaan RI 

Di Muktamar IDI, Jokowi Puji Dokter Pejuang Kemerdekaan RI

Samarinda – Presiden Joko Widodo hadir Muktamar Ikatan Dokter Indonesia ke-XXX di Samarinda, Kalimantan Timur. Jokowi memberikan pujian pada beberapa dokter sebagai pejuang kemerdekaan RI.

“Saat saya masuk ke pemerintahan serta menekuni politik serta belajar riwayat politik Indonesia, saya banyak belajar dari tokoh besar pejuang kita serta riwayat menunjukkan jika banyak pejuang kemerdekaan yang berlatarbelakang menjadi dokter. Coba kita ingat dr Soetomo pendiri Boedi Oetomo, dr Cipto Mangunkusumo, dr Wahidin yang memperjuangkan pemuda pribumi untuk meniti pendidikan,” kata Jokowi di Samarinda Convention Hall, Kalimantan Timur, Kamis (25/10/2018).

Jokowi menyebutkan dokter bisa membawa dampak besar buat lanskap perpolitikan dan jadi salah satunya profesi yang didambakan. Ia menceritakan waktu dahulu didoakan orang tuanya jadi dokter.

“Dokter itu ialah profesi yang diimpikan beberapa orang sejak dahulu, tiap-tiap orangtua menginginkan anaknya jadi dokter. Saya ingat dahulu orangtua saya mengemukakan ‘le, belajar yang pandai agar bisa saja dokter’. Tidak sempat ‘le, belajar yang pandai agar jadi insinyur’, tidak ada.

Baca Juga : Keliling Pasar Salatiga, Sandiaga Janjikan Sembako Murah

Celakanya saya jadi insinyur (kehutanan, red). Tetapi masih saya syukuri, jadi presiden juga masih saya syukuri,” tutur Jokowi diterima tepok tangan peserta.

Jokowi minta beberapa dokter melek tehnologi serta ikuti pergantian jaman bersamaan revolusi industri 4.0. Dia mengharap ada aplikasi berbasiskan kesehatan atau medik yang bisa menolong pasien.

“Diluar itu, banyak tehnologi yang di kembangkan untuk menolong pasien. Menolong pasien kontrol kesehatan sendiri. Tehnologi rehabilitasi ortopedi virtual untuk pasien yang baru operasi bedah hingga pasien dapat diawasi dari rumah sendiri. Berhati-hati pemilik RS, pasien di dalam rumah tetapi dapat dicek dari tempat mana juga,” ucapnya.