DPRD akan Tolak Revisi Perda Becak, Ini Kata Anies 

DPRD akan Tolak Revisi Perda Becak, Ini Kata Anies

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak mempersoalkan DPRD DKI yang akan menampik revisi Perda Becak. Anies ikut sudah ajukan surat revisi perda itu ke DPRD.

“Tidak apa-apa, saya telah kirimkan suratnya, kita nantikan jawabannya. Sebab saya telah kirim suratnya serta di kirim lama. Ini kan ramai sebab ada paparan di Kampung Rawa disana ada gambar becak baru ramai. Suratnya telah saya kirim hampir dua bulan waktu lalu,” kata Anies di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018).

Anies terasa heran legalitas becak kembali ramai diperbincangkan. Walau sebenarnya, katanya, 10 bulan paling akhir becak masih ada serta beroperasi normal di kampung-kampung.

“Ini saat 10 bulan ada selalu, lo. Mereka beroperasi selalu serta kita yang mengendalikan. Cuma sampai kini kita tidak miliki landasan hukum yang kuat. Karenanya, kita ingin buat agar pengendaliannya miliki landasan hukum. Saat ini tidak ada landasan hukumnya,” tuturnya.

Baca Juga : Dicurhati masalah TKA China, Ma’ruf Janji Usir yang Ilegal

Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi (Pras) awal mulanya tegas menyampaikan becak akan tidak dapat mengaspal di Jakarta. Pras tidak sepakat pada legalisasi becak dalam revisi Ketentuan Daerah Nomer 8 Tahun 2007 mengenai Ketertiban Umum.

“Tidak akan ada becak di Jakarta. Tidak akan terealisasi,” kata Pras di DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (9/10).

Pras menyampaikan larangan becak dalam Perda Ketertiban Umum dinilai pas. Ia menyampaikan Jakarta lebih pas untuk transportasi yang mutakhir serta moderen.