Pro-kontra Janji-janji PKS 

Pro-kontra Janji-janji PKS

Jakarta – Janji-janji PKS yang disampaikan dalam beberapa waktu ini memunculkan pro-kontra. Sekurang-kurangnya ada tiga perihal yang memunculkan riak, dari mulai gagasan meningkatkan upah guru, meniadakan pajak sepeda motor sampai SIM seumur hidup.

Diawali dari gagasan meningkatkan upah guru yang disampaikan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Mardani menyebutkan Bila dipilih jadi presiden serta wapres, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan meningkatkan upah guru sampai Rp 20 juta/bulan.

“Karenanya angka Rp 20 juta itu menjadi dampak kejut jika guru itu mesti mendapatkan perhatian serta angka Rp 20 juta itu sangat pentingnya untuk guru profesional yang telah lulus beberapa perihal,” papar Mardani waktu terlibat perbincangan dengan detikFinance, Rabu (21/11/2018).

Akan tetapi, pengakuan Mardani itu malah digagalkan oleh Prabowo. Calon presiden nomer urut 02 mempermasalahkan sumber dana untuk meningkatkan upah guru sampai Rp 20 juta/bulan.

“Kenaikan ini, kenaikan itu, uang dari tempat mana begitu lho,” kata Prabowo pada wartawan di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (21/11/2018).

Lalu pengakuan masalah pajak sepeda motor serta SIM seumur hidup. PKS mengakui akan memperjuangkan Perancangan Undang-Undang (RUU) Penghilangan Pajak Sepeda Motor serta Pemberlakuan SIM Seumur Hidup jika memenangkan Pemilu 2019.

“Untuk kurangi beban rakyat yang makin berat, dengan kenaikan Tarif Basic Listrik serta harga pangan yang membumbung, PKS memperjuangkan Perancangan Undang-Undang (RUU) Penghilangan Pajak Sepeda Motor serta Pemberlakuan SIM Seumur Hidup,” kata Wakil Ketua Team Pemenangan Pemilu (TPP) PKS Almuzzammil Yusuf, di DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (22/11/2018).

Janji ini pula mendapatkan tanggapan negatif dari beberapa pihak diantaranya dari NasDem DKI. Menurut NasDem DKI, PKS cuma mencari popularitas.

“Saya duga janganlah mencari popularitas yang belumlah dikaji mendekati Pemilu 2019. Janganlah asal ngomong. Janganlah mewacanakan perihal yang belumlah pasti dikerjakan, PHP (pemberi keinginan palsu),” kata Ketua Fraksi NasDem DKI, Bestari Barus, waktu diminta respon, Jumat (23/11/2018).

Polisi ikut tidak sepakat dengan SIM seumur hidup. Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf menjelaskan, SIM adalah kompetensi dalam mengemudi.

“Jika SIM laku seumur hidup, saya tidak sepakat sebab SIM itu kompetensi,” kata Kombes Yusuf pada detikcom, Jumat (23/11/2018).

Baca Juga : Raja Juli Masukan Amien Rais yang Ingin Jewer Haedar Gegara Pemilihan presiden

Gubernur DKI, Anies Baswedan ikut menanggapi janji PKS itu. Anies menjelaskan akan mengkajinya terlebih dulu.

“Itu kelak kita kaji dahulu,” kata Anies di kantor TransJakarta, Jalan Mayjen Sutoyo, Jakarta Timur, Jumat (23/11/2018).

Spesial untuk pajak sepeda motor memang jadi salah satunya pemasukan buat Pemprov DKI. Kepala PKB serta BBNKB Jakarta Barat Elling Hartono menjelaskan sehari-hari penerimaan pajak di Jakarta Barat dari kendaraan bermotor sampai Rp 10 miliar.

“Rata-rata /hari penerimaan PKB serta BBNKB s/d Rp 10 miliar. Motor rata-rata /hari 2.800 kendaraan dengan rata-rata penerimaan Rp 710 juta,” kata Elling waktu diminta konfirmasi terpisah.