Janganlah Ragukan Prinsip Keislaman Jokowi 

Janganlah Ragukan Prinsip Keislaman Jokowi

Jakarta – Direktur Relawan Team Kampamye Nasional (TKN) Jokowi Maruf Amin, Maman Imanulhaq memandang Jokowi Dodo (Jokowi) dapat lakukan amal-amal keislaman yang dikerjakan sebagian besar umat Islam Indonesia. Menurut dia prinsip keislaman Jokowi tak perlu disangsikan.

“Jokowi rajin sholat bahkan juga jadi Imam berjamaah, puasa Senin Kamis, tirakat, ziarah pendam, hadir maulid serta haol. Ini semua amaliah ciri khas pesantren yang dikerjakan sebagian besar umat Islam di Indonesia”, kata Maman di depan santri, alumni serta keluarga besar Pondok pesantren Al-Hikamussalfiah Cipulus Wanayasa, Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (6/12/2018).

Menurut Maman, prinsip Jokowi dalam memperjuangkan kebutuhan umat Islam terpenting golongan santri serta pesantren sudah dibuktikan dalam beberapa kebijaksanaannya. Perihal ini tampak dengan penentuan Hari Santri Nasional, membangun 40 bank wakaf mikro, dan menggerakkan kerja sama ormas Islam dengan perusahaan besar.

“Jangan sampai menyangsikan prinsip keislaman Jokowi. Ditambah lagi bersama dengan Calon wakil presiden KH. Maruf Amin, Pasangan nomer 01 ini selalu memperjuangkan nilai Islam menjadi spirit transformasi serta perdamaian di semua bagian terpenting pendidikan, dakwah, ekonomi serta kesehatan,” katanya.

Selain itu, sesepuh Pondok Pesantren Alhikamussalafiah, KH Adang Badruddin menyongsong ajakan Maman dengan mengatakan suport untuk Pasangan Jokowi-Maruf di Pilres 2019.

Baca Juga : KPU Mutakhirkan Data Pemilih di Sulteng Pascabencana

“Abah meminta semua santri serta alumni Cipulus mesti berjalan dengan masif serta sistematis memenangi Jokowi Kyai Maruf di Jawa barat, Banten serta DKI. Ini untuk kemaslahatan Umat. Untuk kesejahteraan rakyat serta perkembangan Indonesia,” kata Kyai yang akrab dipanggil Abah Adang itu.

Dalam peluang itu, Ketua PCNU Karawang, KH. Ahmad Ruhyat Hasby yang ada menjadi pembicara ajak semua santri untuk door to door mengkampanyekan Jokowi Kyai Maruf. Termasuk juga mencegah hoax, Fitnah serta beradu domba.