Wakil Walkot Semarang Diadukan Kampanye, Mendagri Berikan ke Bawaslu 

Wakil Walkot Semarang Diadukan Kampanye, Mendagri Berikan ke Bawaslu

Jakarta – Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryati Rahayu diadukan ke Bawaslu sebab pendapat kampanye waktu pekerjaan kedinasan. Mendagri Tjahjo Kumolo menyerahkan perlakuan masalah itu pada Bawaslu.

“Intinya masalah ASN ya haknya Panwas serta Bawaslu,” kata Tjahjo Kumolo di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (14/3/2019).

Tjahjo menjelaskan Bawaslu-lah yang memiliki hak memastikan ada-tidaknya pelanggaran ketentuan yang dikerjakan Hevearita.

“Jika itu melanggar UU yang manakah, yang memiliki hak klarifikasi itu Bawaslu,” ucapnya.

Simak juga: Diadukan Kampanye, Wakil Wali Kota Semarang: Mendagri Membolehkan

Awal mulanya dikabarkan, team advokasi Prabowo-Sandi Jawa Tengah, Listyani, memberikan laporan Ita ke Bawaslu. Dalam laporan itu, Hevearita disangka lakukan pelanggaran kampanye sebab menguntungkan paslon nomer urut 1, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, pada Senin (11/3) lantas, di Aula Kecamatan Semarang Utara.

Hevearita dimaksud mengemukakan program kerja paslon nomer urut 01 di depan masyarakat ditempat dalam acara bertopik ‘Malam Bersilahturahmi Ibu Wakil Wali Kota Semarang dengan Ketua RW Se-Kecamatan Semarang Utara Sekaligus juga Penyerahan Dana Pertolongan Transportasi’.

Team advokasi pemenangan Prabowo-Sandi Jawa Tengah, Listyani, menjelaskan, dalam acara itu, Hevearita mengemukakan program kerja petahana Joko Widodo sekaligus juga ajakan pilih dan penyampaian iming-iming.

“Anggarannya (Rp) 15 triliun, ora larang piye (tidak justru bagaimana kembali). Jalan gawe tembok tol ning ndhuwur laut ki (Jalan membuat tembok tol diatas laut itu) kan ya bayangan kita seperti apakah wong jalan biasa saja semacam ini. Itu ialah mengagumkan bagaimana pemerintahan Pak Jokowi memperjuangkan Kota Semarang, dan lain-lain,” demikian Listyani mencuplik pengucapan Ita yang dikatakan dalam acara itu.

Baca Juga : Bawaslu Dapatkan Beberapa ribu Surat Nada Capres-Cawapres Rusak di Riau

Selain itu, Ita sendiri terasa tidak ada pelanggaran serta cuma menuturkan publikasi program pemerintah sama dengan instruksi Mendagri. Dia menuturkan apakah yang dikatakan dalam pertemuan itu ialah publikasi program pemerintah.

“Saya terasa itu tidak berkampanye di visi-misi calon, tetapi kita memang, kita kan oleh KPU oleh Kemendagri kan membolehkan kita untuk lakukan publikasi program (pemerintah) serta itu kan memang riil apakah yang telah dikerjakan di Kota Semarang ini,” jelas Ita.