Demokrat Ramah ke Konsolidasi Jokowi Semenjak Dahulu 

Demokrat Ramah ke Konsolidasi Jokowi Semenjak Dahulu

Jakarta – Rumor kesempatan bergabungnya Partai Demokrat yang digelindingkan Team Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin seakan bersambut. Partai Demokrat menanggapi positif.

Direktur Eksekutif Instansi Survey Politik Median Rico Marbun memandang PD sejak dahulu kelihatan ramah pada konsolidasi Jokowi-Ma’ruf. Dia menyentuh rumor ‘Jenderal Kardus’ yang sudah sempat ramai sesudah diembuskan politisi PD, Andi Arief.

Saat itu, ramai-ramai masalah ‘Jenderal Kardus’ berlangsung sesudah calon presiden Prabowo Subianto menginformasikan Sandiaga Uno menjadi calon wakil presiden di Pemilihan presiden 2019.

“Saat AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) tidak jadi calon wakil presiden Prabowo sebetulnya banyak signal yang kita baca jika Demokrat cukuplah ramah pada konsolidasi Jokowi,” kata Rico pada wartawan, Sabtu (27/4/2019).

Ia menyentuh peristiwa Jokowi menjenguk istri Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono, ke Singapura. Menurut Rico, momen itu dapat disaksikan dari kaca mata komunikasi politik.

“Pertanda terdapatnya komunikasi diantara kedua-duanya telah kita lihat lama. Janganlah lupa kekacauan Andi Arief permasalahan ‘Jenderal Kardus’, lalu kunjungan Pak Jokowi ke Ibu Ani di Singapura. Itu kan gestur humanis yang memudahkan komunikasi diantara mereka,” katakan Rico.

Diluar itu, menurut Rico, konstituen PD banyak yang melabuhkan suport untuk Jokowi-Ma’ruf. Ia memandang tidak susah buat PD bila selanjutnya akan memutuskan merapat ke Konsolidasi Indonesia Kerja (KIK).

Baca Juga : Jokowi 54,66% Prabowo 45,34%

“Mungkin Demokrat lebih gampang ya, sebab dengan konstituen politiknya banyak yang pilih Jokowi hingga tidak begitu susah,” katanya.

Apalagi, kata Rico, berpindahnya satu partai politik ke konsolidasi tersendiri bukan barang aneh. Faktanya, parpol tetap mencari kekuasaan.

“Berikut pragmatima elite politik, sebab ujung-ujungnya kekuasaan. Demikian mereka contoh membaca tim 02 kesempatan kekuasannya kecil, ya menjadi partai politik ia mencari pihak yang kesempatan kekuasaannya semakin besar. Alamiah saja jika mereka merapat ke tim 01,” kata Rico.