Jokowi 54,66% Prabowo 45,34% 

Jokowi 54,66% Prabowo 45,34%

Jakarta – Instansi Charta Politika melaunching hasil akhir kalkulasi cepat (quick count) Pemilihan presiden 2019 yang diselenggarakan instansi surveinya. Dari 99,85% data yang sudah masuk ke Charta Politika, pasangan calon Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengungguli Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Berdasar pada info tercatat Charta Politika, Selasa (23/4/2019), 2000 Tempat Pengambilan Nada (TPS) dari 809.487 TPS mereka pilih dengan acak menjadi sampelnya.

Sampai sekarang ini, telah 99,85% data sudah masuk. Ada 1997 sampel TPS untuk Pemilihan presiden serta 1942 sampel TPS untuk Pileg sampai selama ini.

Cara penarikan sampel ialah stratified-cluster acak sample. Cara pengumpulan nada ialah lewat kerja 2 ribu relawan yang kirim C1 ke pusat Charta Politika. Seterusnya, data itu ditabulasi serta dipertunjukkan dengan real time.

Toleransi kekeliruan (margin of error) sebesar kira-kira 1%. Berarti, pencapaian nada calon hasil dari quick count ini dapat berubah ke atas atau ke bawah sampai 1%.

Akhirnya, Jokowi-Ma’ruf mendapatkan 54,66% serta Prabowo-Sandiaga mendapatkan 45,34%.

Beda pada ke-2 pasangan calon ialah sebesar 9,32%. Ini melebihi margin of error sebesar kira-kira 1%. Proses pembaruan (updating) data selalu dikerjakan. Tetapi Charta Politika memprediksi telah tidak akan terdapat beberapa pergantian relevan pada pembaruan seterusnya.

Untuk Pileg, hasil beruntun dari yang paling tinggi ke yang terrendah ialah PDIP (19,93%), Partai Gerindra (12,75%), Partai Golkar (11,8%), PKB (9,67%), PKS (8,57%), Partai NasDem (8,20%), Partai Demokrat (7,71%), PAN (6,97%), PPP (4,73%), Perindo (2,76%), PSI (2,05%), Partai Berkarya (2,02%), Partai Hanura (1,79%), PBB (1,02%), Partai Garuda (0,53%), serta PKPI (0,27%).

Baca Juga : Tidak Ada Agenda Prabowo Terima Luhut Hari Ini

Quick count ialah cara verifikasi hasil penentuan umum yang dikerjakan dengan mengkalkulasi prosentase hasil pemilu di TPS yang jadikan sampel. Hasil quick count ini adalah hasil sesaat. Sampai sekarang ini, data paling baru masih tetap masuk ke instansi survey yang membuat quick count.

Data quick count bukan hasil sah Pemilu 2019. Hasil sah Pemilu menanti hitungan nada dengan manual dari KPU.